Inilah Ancaman Allah Jika Makmum Mendahului Imam Ketika Mengerjakan Solat


Solat berjemaah memang menjadi ibadah yang dicintai Allah dan Rasulnya. Bahkan Sang Pencipta akan melipat gandakan hingga 27 darjat pahalanya. Pada masa pelaksanaannya, akan ada imam yang memimpin solat dan makmum yang akan mengikutinya.

Peraturannya, imam selaku pemimpin akan bergerak terlebih dahulu melaksanakan rukun solat. Kemudian gerakan ini akan diikuti oleh makmum yang berada di belakangnya. Namun, ada saja makmum yang bergerak mendahului imam. Mesti anda pernah lihat kan perkara macam ini terjadi?

Hal ini mungkin kelihatan remeh. Namun tahu kah anda jika Allah sangat tidak menyukai hal itu? Bahkan Dia mengancam akan mengubah kepala orang tersebut seperti berikut ini pada hari kiamat.

Seperti apa ancaman mereka? Berikut adalah ringkasannya.

Sudah seharusnya seorang makmum mengikuti gerakan imam ketika solat. Namun dengan alasan imam terlalu lambat melakukan setiap pergerakan, seorang makmum boleh jadi mendahului imam.

Hal tersebut sebaiknya kita elakkan. Kerana ada ancaman pedih yang Allah berikan kepada kita ketika tidak mematuhi Imam. Rasulullah SAW bersabda, bahawa ketika seseorang mengangkat kepalanya terlebih dahulu sebelum imam, maka Allah akan mengubah kepala orang tersebut pada hari kiamat menjadi kepala Himar atau keldai.

Telah menceritakan kepada kami Humaid bin Mas'adah dan Suwaid bin Sa'id keduanya berkata; telah menceritakan kepada kami Hammad bin Zaid berkata, telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Ziyad dari Abu Hurairah ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:" Tidak takutkah orang yang mengangkat kepalanya sebelum imam, Allah akan merubah kepalanya menjadi kepala himar. "(HR. Sahih Muslim)

Asy-Syaikh Shalih al Fauzan hafizhahullah berkata: "Mendahului imam adalah permainan syaitan terhadap sebahagian orang yang mengerjakan solat sehingga merosakkan solatnya. Bila bukan permainan syaitan maka manfaat apa yang akan diperoleh orang yang mendahului imamnya ?! Sebab, ia tidak akan menyelesaikan solatnya melainkan setelah salamnya imam. "[Al Mulakhash Al Fiqhi].

Dengan demikian, mendahului imam itu hukumnya haram. Pada pelaksanaan solat berjemaah terdapat konsep-konsep pemerintahan yang sangat baik. Untuk Imam, mereka yang dipilih adalah orang yang mempunyai kelebihan dibanding makmumnya.

Hal tersebut berupa hafalan dan bacaan Al-quran yang bagus, yang benar dan tartil serta mengetahui syarat dan rukun solat. Hal ini menunjukkan jika seseorang yang menjadi imam bukanlah orang sembarangan.

"Rasulullah Shallallahu 'alaihi Wasallam bersabda (artinya): (Hendaknya) yang mengimami manusia itu adalah orang yang paling baik bacaan Kitabullah-nya ..." [H.R Muslim].

Inilah yang menjadi alasan bahawa makmum tidak boleh mendahului gerakan imam. Disamping mengikuti, kita juga diwajibkan untuk tidak mendahului ataupun tertinggal jauh dari gerakan imam. Ketika kita sedang membaca bacaan yang panjang, maka kita perlu menghentikannya segera apabila imam sudah memulakan gerakan yang lain.

Bahkan, ketika imam sudah salam, kita wajib langsung salam walaupun bacaan tahiat kita belum selesai ataupun doa kita belum selesai. Mengikuti gerakan imam bukan bererti mengikuti gerakan semuanya, melainkan hanya gerakan yang benar dan bukan gerakan-gerakan tambahan.

Patut diketahui bersama pula, jika Imam akan menanggung semua pahala yang ada pada jamaah jika dalam pelaksanaan salat yang baik dan benar. Begitu pun sebaliknya, pada saat imam salah, maka kesalahan atau dosa dari makmum akan ditanggung oleh imam. Tetapi kesalahan imam dosanya tidak ditanggung oleh jemaah atau makmum. Ketika imam batal, maka makmum tidak batal.

"Imam itu adalah orang yang mempunyai tanggung jawab. Apabila ia baik (saat memimpin solat) maka pahala akan diberikan kepada dirinya dan para makmum. Namun apabila ia buruk (saat memimpin solat) maka dosa akan ditimpakan kepada dirinya sahaja dan tidak ditimpakan kepada para makmumnya. "[H. R Ibnu Majah dan dishahihkan asy-Syaikh al-Albani].

Subhanaallah!

No comments

Powered by Blogger.